MENGAPA PERLU JAMAAH TERBUKA?

 Oleh: Abu Ahmad

Setelah bertahun-tahun berlalu, syariat al-jamaah seakan hilang di telan bumi, di sinilah peran tandhim jahr (jamaah terbuka) dalam mengenalkan kembali suatu sistem ‘pranata sosiaIslam yang telah lama hilang. Bagaimana sebenarnya sistem tandhim jahr tersebut? Mari kita simak dalam makalah berikut ini.

 

 

Melalui syariat yang dibawa oleh Rasul-Nya, Allah n telah memerintahkan umat manusia agar hidup berjamaah, berkumpul, saling membantu, saling meringankan dan melarang dari berpecah belah, bercerai berai, juga saling menjatuhkan satu sama lainnya.

 

 Hal ini merupakan perintah yang sangat sesuai dengan sifat manusia yang merupakan makhluk sosial. Benar, hanya Allah saja lah yang paling tahu apa yang kita (manusia) butuhkan.Proses interaksi sosial tersebut diatur secara global maupun terperinci dalam banyak nash Al-Qur’an Al-Karim dan Hadits Rasulullah n yang mengisyaratkan akan hal tersebut, di antaranya adalah firman Allah l:[2]

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا 

“Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” (Ali-Imran:103)

Dalam menafsirkan ayat ini, Al-Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Ayat ini mengandung perintah untuk berpegang teguh dengan Al-Qur’an, berjamaah serta menggalang persatuan dan bersatu, serta larangan untuk bercerai-berai.”

Beliau menambahkan lagi dengan menyitir hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah n bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian akan 3 hal dan marah akan 3 hal juga. Ia ridha kepada kalian akan 3 hal; yakni bahwa kalian beribadah kepada-Nya saja dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, agar kalian berpegang teguh dengan tali Allah dan jangan bercerai berai, dan agar kalian saling menasihati orang yang oleh Allah ditakdirkan memegang urusan kalian. Ia pun marah kepada kalian akan 3 hal, yakni banyak bicara tanpa tahu sumber dari yang dibicarakan, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.” (HR Muslim)[3] 

Rasulullah n juga bersabda, "Aku perintahkan kepada kalian agar berjamaah dan jauhilah berfirqah. Sesungguhnya, setan itu bersama seorang yang sendirian dan ia dari dua orang lebih jauh. Barangsiapa yang menginginkan tengah-tengahnya (kemewahan) Surga, maka hendaklah ia berpegang kepada Jamaah." (Tirmidzi, Hakim, Ahmad dan disepakati Adz-Dzahabi dan Ibnu Abi 'Ashim)

Masih banyak nash-nash lain yang menunjukkan kepada kita betapa Allah dan Rasul-Nya mengajarkan agar kaum muslimin hidup berjamaah dan tidak hidup sendiri-sendiri (dinukil dari Buku Panduan Resmi “Mengenal Jamaah Ansharut Tauhid”)

Kutipan berbagai nash di atas memberikan penekanan yang amat penting pada setiap kaum muslimin untuk hidup dalam sebuah jamaah, dengan berjamaah ummat akan merasakan adanya pimpinan yang harus ditaati dan merasakan pula bagaimana menjadi orang yang dipimpin. Sehingga syari’at berjamaah ini pada akhirnya juga akan diamalkan oleh kaum muslimin, sebagaimana amalan lainnya.   

Faktanya masih banyak umat Islam yang belum memahami pentingnya hidup berjamaah, kalau pun ada yang paham, mereka banyak yang apriori untuk hidup dalam sebuah jamaah dan akhirnya memilih hidup sendiri-sendiri.

Dengan kata lain, fenomena yang menunjukkan banyaknya ummat yang enggan hidup dalam jamaah, lebih banyak disebabkan karena tidak ada teladan yang bisa dilihat secara langsung bagaimana praktik berjamaah menurut Islam.

Maka dari itu, ummat saat ini sangat membutuhkan adanya jamaah yang bisa memberikan contoh secara langsung, bagaimana praktik berjamaah menurut Islam. Terlebih lagi, setiap manusia akan lebih mudah menerima nilai-nilai, nasihat, pesan-pesan Islam jika secara nyata bisa untuk dilihat.

Mengapa Harus Jamaah Terbuka

Hadirnya sebuah jamaah yang bersifat terbuka merupakan jawaban nyata akan kebutuhan umat akan sebuah sistem alternatif seperti saat ini. Adapun alasan mengapa jamaah perlu terbuka, antara lain:  

A.              Tarbiyyah dan dakwah kepada ummat

Salah satu landasan diterapkannya jamaah secara terbuka yakni pentingnya tarbiyyah untuk umat. Sehingga umat bisa paham dan mengerti bahwa berjamaah adalah Syari’at Islam yang harus diamalkan, sebagaimana syari’at lainnya semisal shaum, shalat, zakat dan yang lainnya.

Dengan adanya pemahaman dan ilmu, kita berharap umat akan sadar dan kemudian mengamalkan syari’at berjamaah. Sebagaimana yang telah dituntunkan dalam Islam, kemudian meninggalkan bentuk organisasi yang tidak berpijak pada syari’at Islam.

Pada praktiknya, umat akan melihat kapasitas jamaah yang bersifat terbuka dalam memberikan keteladanan. Adapun pelajaran dan manfaat yang bisa diambil umat dari praktik berjamaah secara terbuka, antara lain:

1.      Aqidah dan Manhaj Jamaah tersebut

2.      Visi dan Misi Jamaah

3.      Tata laksana dan pengelolaan jamaah

4.      Permasalahan dan cara mengatasi masalah dalam jamaah, dan sebagainya

B.              Tinjauan secara manajemen/penataan jamaah

1.         Dengan adanya jamaah terbuka, akan sangat sulit terjadi manipulasi kepemimpinan. Terlebih lagi jika jamaah tersebut menerapkan konsep kepemimpinan Jamaah wal Imamah. Sebab mekanismenya dalam jamaah terbuka jelas, sehingga kalaupun ada serah terima kepemimpinan akan dengan mudah diketahui baik pada jajaran pengurus atau anggota lainnya.   

2.         Dengan adanya jamaah terbuka, jajaran pengurus dan anggota dituntut untuk mengelola jamaah secara baik, sehingga penataan yang baik tidak hanya bermanfaat bagi anggota jamaah tapi juga masyarakat secara umum.

Penataan ini tidak hanya meliputi penataan anggota-anggota internalnya saja, tetapi juga dana dan asset jamaah. Untuk penataan dana dan asset dalam sebuah jamaah terbuka sangat dibutuhkan transparansi dan akuntabilitas yang baik, mengapa? Karena penanganan dan pengelolaan akan memberikan pencitraan yang baik pada jamaah sendiri maupun ummat secara umum.

C.              Peran serta umat dalam perjuangan

1.         Dengan adanya jamaah terbuka, umat baik secara individu, kelompok, maupun jamaah jika mempunyai keinginan untuk bergabung bersama dalam Jamaah terdapat mekanisme yang jelas untuk bergabung, karena mudah untuk dihubungi, dengan tetap mendasarkan pada rekruitmen kader yang terkontrol.

2.         Selain ikut berperan secara aktif baik secara langsung maupun tak langsung, umat pun bisa memberikan penilaian secara objektif terhadap dasar pijakan perjuangan, baik dari sisi aqidah & manhajnya maupun kelayakan jamaah tersebut untuk memimpin umat.  

 

D.             Mekanisme Kontrol dalam jamaah akan berjalan secara baik dan terkendali  

 

1.         Dengan adanya jamaah terbuka akan meminimalkan adanya kepentingan luar yang akan merusak dan membunuh karakter jamaah, sebab data maupun pernyataan yang disampaikan jamaah terbuka sangat jelas

2.         Apabila ada orang di luar jama’ah yang ingin merusak dan memanfaatkan jamaah untuk kepentingan yang jahat, akan mudah diketahui

Demikianlah, dengan adanya jamaah yang secara terbuka konsep gerak maupun langkah-langkahnya, termasuk dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang muncul, akan memudahkan umat untuk mengambil pelajaran dan manfaat.

Karena secara umum, jamaah yang mampu memberi suri teladan kepada umat, akan memiliki saham yang lebih besar untuk memahamkan kebenaran kepada umat.red

 

 


 


[2]  Disini kami tidak mencantumkan semua nash-nash terkait dengan perintah untuk berjamaah, tetapi telah dimuat dalam buku resmi Jamaah Ansharut Tauhid yang berjudul “Risalah Amal Jama’i”

[3] . Tafsir Ibnu Katsir I/516-517

 

Menurut Ust. Abu Bakar Ba'asyir: "Ulama di Indonesia wajib mengingatkan penguasa murtad saat ini (SBY) yang tidak mau menegakkan hukum Islam (syare'at Islam) secara murni dan kaaffah"



Publikasi

Menurut Ust. Abu Bakar Ba'asyir: "Ulama di Indonesia wajib mengingatkan penguasa murtad saat ini (SBY) yang tidak mau menegakkan hukum Islam (syare'at Islam) secara murni dan kaaffah"



Akhbar

 

JamaahAnsharutTauhid

Aqidah dan Manhaj

Berikut ini adalah aqidah dan manhaj Jama’ah Ansharut Tauhid, yang menjelaskan mengenai jati diri kami dan apa-apa yang kami sepakati
more »

Profil JAT

Allah 'Azza wa Jalla dan Rasul-Nya telah memerintahkan umat manusia agar hidup berjama’ah, berkumpul, saling membantu, saling
more »

Khiththoh JAT

Khiththoh ini sebagai rencana induk (masterplan) jama’ah yang merupakan wujud nyata dari keyakinan bahwa Diinul Islam mengajarkan
more »

Kontak JAT

Sekretariat: Jl. Semenromo no.58, 04/XV Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.
telp. 0271-2167285
Email: info@ansharuttauhid.com