Pernyataan Sikap JAT terhadap Insiden Bima dan Mojokerto
Kamis, 20 Juli 2011
Mencermati simpang siur issue yang mengkaitkan Jamaah Anshorut Tauhid dengan peristiwa-peristiwa di Bima dan Mojokerto maka kami sampaikan pernyataan sebagai berikut:
- Tuduhan-tuduhan yang mengkaitkan JAT dengan peristiwa Bima dan Mojokerto adalah fitnah yang tidak berdasar, karena JAT tidak memiliki kaitan apapun dengan peristiwa tersebut.
- Pimpinan pondok pesantren Umar Bin Khattab yang dinyatakan oleh pihak BNPT sebagai anggota JAT pimpinan Ust.Abu bakar baasyir, seperti mana yang dilansir media cetak sejak kemaren. Adalah informasi yang tidak benar. Ust.Abrori bersama beberapa personil yang bersama beliau telah menyatakan diri mundur dari keanggotaan JAT sepertimana yang telah beliau tegaskan sendiri kepada media setempat dalam sebuah wawancara beliau.(harian umum Suara Mandiri Rabu, 06 Juli)
- JAT tidak bertanggungjawab dengan kegiatan apapun yang terjadi di pondok pesantren Umar Bin Khattab, Bima. Karena seluruh kegiatan disana tidak berkoordinasi dengan pengurus JAT setempat.
- JAT menyesalkan adanya upaya menyudutkan JAT baik oleh media-media tertentu dengan berulang-ulang menyiarkan penemuan kaos laskar JAT di pondok pesantren Umar Bin Khattab tanpa klarifikasi kepada JAT.
- JAT menuntut BNPT untuk bekerja secara professional serta tidak dengan cara menebarkan fitnah dan isu-isu murahan, menuduh, serta mengadu domba antar umat islam karena hal ini bisa menimbulkan kebencian dan memicu konflik horizontal ditengah masyarakat. Dari hasil investigasi TPF JAT pada peristiwa Bima dan Mojokerto ditemukan indikasi provokasi konflik horizontal yang hanya di picu masalah pribadi.
- Program penanganan teroris telah salah arah dan mulai menyulut konflik horizontal ditengah masyarakat maka harus ada evaluasi dan koreksi secara total dan kritis agar lebih efektif dan benar.
- Menghimbau kepada umat islam agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai macam isu yang di hembuskan dan bersikap arif serta bijaksana.
Demikian pernyataan kami sekaligus sebagai klarifikasi dengan harapan kesimpangsiuran berita terkait dengan masalah ini tidak menimbulkan fitnah dikalangan umat islam secara khusus dan umat beragama secara umum.
Solo, 20 Juli 2011 M
Abdul Rochim Baasyir
(Jubir JAT Markaziyah)
"Negara yang berdasarkan idiologi Ciptaan manusia seperti Negara Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Pancasila dll adalah bentuk negara Bid'ah Mukaffiroh (Bid'ah yg menjerumuskan kepada Kekafiran) yg direkayasa oleh kafir Zionis Yahudi untuk mengotori Aqidah umat islam dan untuk memisahkan Ummat Islam dari Al Qur'an dan Sunnah." (eds 05)

Publikasi
"Negara yang berdasarkan idiologi Ciptaan manusia seperti Negara Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Pancasila dll adalah bentuk negara Bid'ah Mukaffiroh (Bid'ah yg menjerumuskan kepada Kekafiran) yg direkayasa oleh kafir Zionis Yahudi untuk mengotori Aqidah umat islam dan untuk memisahkan Ummat Islam dari Al Qur'an dan Sunnah." (eds 05)

Akhbar

