Ahmad Sigit: Laskar JAT Siap Kawal Penegakan Syari’at Islam


Tawangmangu (Ansharuttauhid.com) - Directur JMC Ust.Son Hadi berkesempatan mewawancarai Ahmad Sigit Qoid Sariyah Hisbah Jamaah Ansharut Tauhid pada acara Musyawarah Kerja Jamaah Ansharut Tauhid Markaziyyah di Tawangmangu. Berikut cuplikan wawancara beliau:

Ust.SonHadi: Bagaimana langkah-langkah yang disiapkan oleh hisbah untuk 1 tahun kedepan?

Amir hisbah: Yang pertama akan memperkuat konsolidasi internal untuk menghadapi tantangan terbesar secara sistemik JAT adalah salah satu kelompok yang sangat diperhitungkan oleh orang-orang yang senantiasa memusuhi umat Islam, yang kedua hisbah akan mengawal dari program-program jama’ah yang sudah berjalan baik dengan kemampuan yang kita punyai, sebatas pengawasan yang ada kewenangan dari hisbah.

Ada beberapa program hisbah yang sudah ditetapkan diantaranya ada diklat untuk meningkatkan potensi anggota-anggota laskar dalam mengemban tugas-tugas kelaskaran senantiasa diadakan upgread dan diklat-diklat untuk meningkatkan kemampuan dibidang laskar ini. Yang kedua program amal ma’ruf nahi munkar yang setiap saat dilakukan ketika terjadi hal-hal ma’ruf yang jelas tanpa ada ijtihad dan juga kemungkaran-kemungkaran yang jelas-jelas juga dilakukan hisbah, dan juga aksi kemanusiaan yang menjadi tanggap bencana kedepan, ada prediksi dari para ahli di bidang meteorologi akan ada banyak bencana yang akan terjadi seperti banjir yang disebabkan oleh penggundulan hutan dan bencana-bencana lain yang kemungkinan menimpa negeri ini, sudah dipersiapkan oleh hisbah dibidang khususnya.

Yang keempat tentang solidaritas muslimin kita juga senantiasa sadar diri bahwa pergerakan ini tidak bisa kita emban sendiri tanpa ada kerjasama dengan institusi lain yang senantiasa ingin tegaknya syariat islam.

Ust.SonHadi: Apa ada pengalaman tentang tanggap bencana dan apa yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi bencana-bencana yang akan terjadi?

Amir Hisbah: Untuk pengalaman dari hisbah diawali dengan satu institusi yakni badan otonom yang dinamakan dengan KATIBAH (komintas anshoruttauhid tanggap musibah) yang menjadi dasar untuk menindaklanjuti dan mempersiapkan relawan-relawan yang akan diterjunkan, dengan mempersiapkan untuk menangani bencana mulai dari penguasaan medan dan cara penanganannya serta persiapan-persiapan fisik yang diperlukan sebenarnya kita tinggal melanjutkan yang sudah ada dari sebelum yang ada sekarang.

Ust.SonHadi: Apakah bisa disebutkan daerah mana saja yang sudah pernah ditangani oleh KATIBAH ini?

Amir Hisbah: Ada beberapa tempat yang sudah pernah kita tangani diantaranya waktu bencana merapi kita pusatkan di Klaten dan sekitar Magelang, dan relawan ini bergabung dengan relawan-relawan yang lain karena disitu terjalin silaturahmi yang bersifat ta’awun ‘alal birri wa taqwa disana tansiq yang tidak terdiri dari JAT saja tetapi juga dengan elemen-elemen lain. Dan penanganan yang telah ditangani adalah untuk pemulihan pasca bencana dan penanganan secara fisik ketika terjadi bencana. Dan penanganan pasca ini meliputi fisik dan mental karena diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi korban baik secara fisik maupun rohani maka kita bekerja sama dengan sariyah dibidang tarbiyah dan ustadz-ustadz untuk perbaikan rohaninya.

Ust.SonHadi: Kembali kepada prograam kelaskaran, bagaimana langkah yang dilakukan mengingat dengan adanya laskar seperti FPI dan laskar-laskar lainnya yang sedang melakukan amal ma’ruf nahi munkar?

Amir Hisbah: Jadi amal ma’ruf nahi munkar yang ditangani adalah yang terutama kemunkaran-kemunkaran yang terjadi dimasyarakat sekitar atau yang disebut dengan PEKAT (penyakit masyarakat) kita bertahap dimulai dengan berdakwah dulu, pemberitahuan tentang haramnya sesuatu, atau tidak bolehnya sesuatu kemudian ditingkatkan dengan penyuluhan dengan peringatan atau acaman dan menjalankan ini kita tidak sendirian tetapi kita selalu berkoordinasi dengan aparatur setempat jadi masyarakat menjadi tahu bahwa PEKAT adalah musuh bersama yang harus ditangani bersama, dan sebenarnya PEKAT ini adalah perkara yang kecil mengingat masih banyak kemungkaran-kemungkaran lain yang lebih besar seperti pelanggaran syariat dan kemusyrikan –kemusyrikan  yang banyak terjadi. (Fudhail/JMC)

"Negara yang berdasarkan idiologi Ciptaan manusia seperti Negara Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Pancasila dll adalah bentuk negara Bid'ah Mukaffiroh (Bid'ah yg menjerumuskan kepada Kekafiran) yg direkayasa oleh kafir Zionis Yahudi untuk mengotori Aqidah umat islam dan untuk memisahkan Ummat Islam dari Al Qur'an dan Sunnah." (eds 05)



Publikasi

"Negara yang berdasarkan idiologi Ciptaan manusia seperti Negara Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Pancasila dll adalah bentuk negara Bid'ah Mukaffiroh (Bid'ah yg menjerumuskan kepada Kekafiran) yg direkayasa oleh kafir Zionis Yahudi untuk mengotori Aqidah umat islam dan untuk memisahkan Ummat Islam dari Al Qur'an dan Sunnah." (eds 05)



Akhbar

 

JamaahAnsharutTauhid

Aqidah dan Manhaj

Berikut ini adalah aqidah dan manhaj Jama’ah Ansharut Tauhid, yang menjelaskan mengenai jati diri kami dan apa-apa yang kami sepakati
more »

Profil JAT

Allah 'Azza wa Jalla dan Rasul-Nya telah memerintahkan umat manusia agar hidup berjama’ah, berkumpul, saling membantu, saling
more »

Khiththoh JAT

Khiththoh ini sebagai rencana induk (masterplan) jama’ah yang merupakan wujud nyata dari keyakinan bahwa Diinul Islam mengajarkan
more »

Kontak JAT

Sekretariat: Jl. Semenromo no.58, 04/XV Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.
telp. 0271-2167285
Email: info@ansharuttauhid.com